Photo Bareng : Pengurus bersama Santriwan

Semoga menjadikan keakraban antara pengurus dan santri semuanya.

Tampak Depan :

Pondok Pesantren Islam Al-Muttaqin

Muhawarah :

Melatih Berbicara dengan bahasa Arab dan Inggris

Kasafah :

Melatih Kedisiplinan dan Kemandirian.

Profil & Pengurus Ma’had Al-Muttaqin

image

I. MUQODIMAH

Pondok Pesantren Islam Al Mutaqin adalah lembaga pendidikan Tarbiyah Islamiyah yang berupaya untuk mendidik dan membina putra-putri muslimin agar beraqidah salimah, beribadah shohihah dan berakhlaqul karimah.

II. DASAR PEMIKIRAN

  1. Pentingnya membentuk generasi yang diridhoi Allah yang faham terhadap ajaran Islam dan sanggup menyebarkannya (Q.S.19 : 6 dan Q.S. 42 : 13)
  2. Pentingnya melahirkan generasi yang berilmu dan bertaqwa kepada Allah yang memahami manhaj salaf secara benar (Q.S. 3 : 146 dan Q.S. 4 : 115)
  3. Pentingnya pembentukan generasi yang mempunyai bekal Ilmu Syar’I yang memadai
  4. Antisipasi munculnya generasi yang lemah (Q.S.4 : 9)

III. TUJUAN PENDIDIKAN

  1. Membentuk generasi mukmin menjadi mukmin sebenarnya yang beraqidah lurus, beribadah dengan benar dan berakhlaq mulia.
  2. Membentuk generasi mukmin agar mempunyai pemahaman yang benar terhadap ajaran Islam sesuai dengan pemahaman salafush sholeh.
  3. Membentuk generasi yang berperan aktif dalam memikul tanggung jawab membangun nilai-nilai Islam di Masyarakat dengan berbekal pemahaman yang mendalam tentang Kitab Allah Ta’ala dan Sunnah Rosulullah.
IV. POLA PENDIDIKAN
  1. Kurikulum Pendidikan terdiri dari Ulumusy Syar’i (Kepasantrenan) dan Ulumul Kauni (Kurikulum SMP DIKNAS)
  2. Ekstra Kurikuler terdiri dari Pidato Bahasa Arab/Inggris, Kepanduan, Beladiri, Halaqoh Qur’an, Dauroh Ilmiyah, Kaligrafi, Dakwah Masyarakat .
  3. Bahasa Pengantar di dalam Pondok Pesantren diharapkan berbahasa Arab atau Inggris setelah satu tahun mengikuti pendidikan.
  4. Santri diasramakan selama 24 jam sehari di dalam komplek Pondok Pesantren dengan mengikuti seluruh aktifitas dan peraturan yang berlaku.
V. FASILITAS PENUNJANG
  1. Gedung sekolah dan asrama santri milik sendiri
  2. Masjid
  3. Perpustakaan
  4. Koperasi/Kantin
VI. UNIT PENDIDIKAN
A. SEKOLAH MENENGAH PERTAMA TERPADU (SMP TERPADU)
Unit ini mendidik santri lulusan Sekolah Dasar (SD) atau Madrasah Ibtidaiyah (MI) Lama pendidikan 3 (tiga) tahun dengan santri harus tinggal di Pesantren.
Lulusan unit ini diharapkan :
  • Hafal Al Qur’an minimal 3 juz
  • Beraqidah yang lurus beribadah dengan benar dan berakhlaq mulia
  • Dapat membaca Al Qur’an dengan fashih secara tartil mengikuti makna dan tafsirnya sesuai dengan pemahaman salafush sholeh
  • Dapat memahami Hadits Nabawi beserta ilmunya
  • Dapat memahami dasar-dasar ilmu keislaman
  • Terampil berbahasa Arab dan Inggris
  • Menguasai ilmu-ilmu Umum sesuai dengan kurikulum DIKNAS
  • Hidup sederhana dan mandiri
B. MADARASAH MU’ALLIMAT KEJURUAN (MMK)
Unit ini mendidik PUTRI lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) atau Madrasah Tsanawiyah (MTs) Lama pendidikan 4 (empat) tahun dan wajib tinggal di Pesantren. Lulusan unit ini diharapkan :
  • Hafal Al Qur’an minimal 6 juz
  • Beraqidah yang lurus beribadah dengan benar dan berakhlaq mulia
  • Dapat membaca Al Qur’an dengan fashih secara tartil mengikuti makna dan tafsirnya sesuai dengan pemahaman salafush sholeh
  • Dapat memahami Hadits Nabawi beserta ilmunya
  • Dapat memahami dasar-dasar ilmu keislaman
  • Terampil berbahasa Arab dan Inggris
  • Memiliki keterampilan berdakwah
  • Dapat bertindak dewasa dalam menyelesaikan segala problematika kehidupan
  • Hidup sederhana dan mandiri
  • Mampu berperan sebagai pendidik anak-anaknya di masa yang akan datang (MMK)
VII. PENGURUS PESANTREN
Pengasuh : Prof DR KH Salim Badjri
Ketua Yayasan : Ust. Abdul Mu’id LC
Pimpinan Pesantren : Ust. Umar Zamhari
Sekretaris : Ust.Fakhrudin
Bendahara : Ust. Turcahyo Al Faruq
BP3 : Ust. Turcahyo Al Faruq
Kesantrian Putra : Ust. Zainal Abidin
Kesantrian Putri : Ust. Dani Juliana
Kepala SMP : Ust. Drs Dede Suhendi
Kepala MMK : Ust. M. Alwan LC
Sarana Prasarana : Ust. Didi Suandi

Wali Kelas :
Wali Kelas 1 SMP : Ust. Zainal Abidin
Wali Kelas 2 SMP : Ust. Syamsuddin
Wali Kelas 3 SMP : Ust. Abdullah Azzam
Wali Kelas I’dad PI : Usth. Fitrotul Azmi
Wali Kelas IV MMK : Usth. Hani’ah
Wali Kelas V MMK : Usth. Atun
Wali Kelas VI MMK : Usth. Eka
VIII. P E N U T U P
Hidup akan penuh arti, bila kita mampu saling berbagi…
Hamparan amal menanti kita. Tertunainya Zakat, Infaq, dan Shodaqoh anda memberikan secercah harapan bagi kaum dhu’afa serta pendidikan dan dakwah Islam. Kita satupadukan potensi kita melalui galang peduli ummat dalam upaya mempersembahkan yang terbaik untuk Allah dan Rosul-Nya, untuk tegaknya Islam dan kejayaan umat ini
Bersama Pondok Pesantren Islam Al Muttaqin Beber Cirebon, Kita bergandengan tangan untuk membangun masa depan Umat Islam yang lebih baik
TADZKIROH

Bersedakahlah Sebelum Anda Menyesal

وَأَنْفِقُوْا مِنْ مَا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُوْلَ رَبَّ
لَوْلاَ أَخَّرْتَنِي إِلَى أَجَلٍ قَرِيْبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُنْ مَنَ الصَّالِحِيْن (10)َ وَلَنْ
يُؤَخِّرَ اللهُ نَفْسًا إِذَا جَآءَ أَجَلُهَا وَاللهُ خَبِيْرٌ بِمَا تَعْمَلُوْنَ (11)
“ Dan belanjakanlahsebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang diantara kamu; lalu ia berkata : “Ya Tuhanku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian) ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang sholeh?” Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan seseorang apabila datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”
(QS Al Munafiqun 63 10-11)

مَا مِنْ يَوْمٍ يُصْبِحُ الْعِبَادُ فِيْهِ إِلاَّ مَلَكَانِ يَنْزِلاَنِ فَيَقُوْلُ أَحَدُهُمَا اللَّهُمَّ أَعْطِ
مُنْفِقًا خَلَفًا وَيَقُوْلُ الآخَرُ اللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًاتَلَفًا
Setiap hari ketika seorang hamba memasuki waktu pagi, pasti ada dua malaikat yang turun. Salah satu dari keduanya berdo’a : “Ya Allah karuniakanlah ganti kepada orang yang menginfakkan hartanya” dan yang satunya lagi berdo’a : “ Ya Allah timpakanlah kerugian kepada orang yang menahan hartanya (bakhil)”.
(HR Bukhori Muslim)

إِذَا مَاتَ ابْنُ آدَمَ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثٍ : صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ, أَوْ عِلْمٍ

يُنْتَفَعُ بِهِ, أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُوْلَهُ

“Jika anak Adam meninggal terputuslah amalnya kecuali tiga perkara : Sedekah Jariyah, Ilmu yang bermanfaat atau anak sholeh yang mendo’akan untuknya”. (Muttafaq ‘alaih)

N I D A’
PENAWARAN PARTISIPASI
BAGI SEGENAP KAUM MUSLIMIN
Pondok Pesantren Islam Al Muttaqin Cirebon
Menawarkan kepada Bapak/Ibu/Saudara Kaum Muslimin untuk berpartisipasi dalam program Infaq/Shodaqoh meliputi :
  • Pembiayaan Anak Asuh
Yakni menanggung seluruh/sebagian pembiayaan anak yatim piatu atau keluaraga tidak mampu yang mengikuti pendidikan di Pondok Pesantren Islam Al Muttaqin Biaya Anak Asuh per anak adalah sebesar Rp. 192.500,- tiap bulan.
  • Wakaf Bangunan
Yakni menanggung seluruh/sebagian bangunan yang dibutuhkan oleh Pondok Pesantren.
  • Wakaf Barang
Yakni memberikan barang baru/bekas untuk kepentingan pendidikan dan anak asuh seperti : buku, meubelair, komputer, alat peraga, kebutuhan MCK , kebutuhan dapur, dan lain-lain.
  • Fasilitator Penggalian Dana
Yakni menyediakan tenaga untuk ikut memfasilitasi penggalian dana yang dibutuhkan Pondok Pesantren.

Bantuan Anda bisa disalurkan melalui

  • Rekening Bank Al-Muttaqin
    Rek PonPes Almuttaqin
    1. Mandiri Cab. Cirebon
    No. 134-000-404-114-0 a. n Turcahyo A

    2. BRI Cab. Kuningan
    No. 0133-01-007238-53-6 a.n Turcahyo A

    3. BSM Cab.Cirebon
    No. 228-700-617-7 a.n Turcahyo A

      • Datang langsung ke Pondok Pesantren Islam Al Muttaqin (menghubungi Ustadz Faruq)

      Informasi Pendaftaran Santri Baru

      Bismillahirrahmanirrahim...
      Anak yang shalih adalah kebanggaan setiap orang tua. Pendidikan yang terbaik saat ini adalah pesantren, karena di sana anak-anak mendapatkan pendidikan akhlak yang terpuji, ibadah yang benar dan aqidah yang lurus serta mempunyai wawasan yang luas.

      Kami Pondok Pesantren Islam Al-Muttaqin Cirebon membuka pendaftaran santri baru tahun ajaran 2016/2017. Mudah-mudahan Allah memberi jalan kepada kita untuk dapat memdidik anak-anak kita yang lebih baik.


      untuk download --> klik kanan --> save image as...

      Makalah


      Keutamaan bulan Muharram
      Oleh : Abu Saevan Adz Dzaky

      Bulan Muharram termasuk bulan yang istimewa. Banyak dalil yang menunjukkan bahwa Allah dan rasul-Nya memuliakan bulan Muharram, di antaranya adalah:

      1. Termasuk Empat Bulan Haram ( suci )

      Allah berfirman,
      إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ
      Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus..” (QS. At-Taubah: 36)
      Keterangan:

      a. Yang dimaksud empat bulan haram adalah bulan Dzul Qa’dah, Dzulhijjah, Muharram (tiga bulan ini berurutan), dan Rajab.

      b. Disebut bulan haram, karena bulan ini dimuliakan masyarakat Arab, sejak zaman jahiliyah sampai zaman Islam. Pada bulan-bulan haram tidak boleh ada peperangan.

      c. Az-Zuhri mengatakan,
      كَانَ المُسْلِمُونَ يُعَظِّمُوْنَ الأَشْهُرُ الْحُرُمُ
      “Dulu para sahabat menghormati syahrul hurum” (HR. Abdurrazaq dalam Al-Mushannaf, no.17301).

      2.  Dari Abu Bakrah radhiallahu‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

      الزَّمَانُ قَدِ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ ، السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا ، مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ، ثَلاَثَةٌ مُتَوَالِيَاتٌ ذُو الْقَعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ ، وَرَجَبُ مُضَرَ الَّذِى بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ
      Sesungguhnya zaman berputar sebagai mana ketika Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun ada dua belas bulan. Diantaranya ada empat bulan haram (suci), tiga bulan berurutan: Dzul Qo’dah, Dzulhijjah, dan Muharram, kemudian bulan Rajab suku Mudhar, antara Jumadi Tsani dan Sya’ban.” (HR. Al Bukhari dan Muslim)

      3.  Dinamakan Syahrullah (Bulan Allah)


      Dari Abu Hurairah radhiallahu‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

      أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللهِ المُحَرَمُ
      “Sebaik-baik puasa setelah Ramadlan adalah puasa di bulan Allah, bulan Muharram.” (HR. Muslim)
      Keterangan:

      a. Imam An Nawawi mengatakan, “Hadis ini menunjukkan bahwa Muharram adalah bulan yang paling mulia untuk melaksanakan puasa sunnah.” (Syarah Shahih Muslim, 8:55)

      b. As-Suyuthi mengatakan, Dinamakan syahrullah –sementara bulan yang lain tidak mendapat gelar ini– karena nama bulan ini “Al-Muharram” nama nama islami. Berbeda dengan bulan-bulan lainnya. Nama-nama bulan lainnya sudah ada di zaman jahiliyah. Sementara dulu, orang jahiliyah menyebut bulan Muharram ini dengan nama Shafar Awwal. Kemudian ketika Islam datanng, Allah ganti nama bulan ini dengan Al-Muharram, sehingga nama bulan ini Allah sandarkan kepada dirinya (Syahrullah). (Syarh Suyuthi ‘Ala shahih Muslim, 3:252)

      c. Bulan ini juga sering dinamakan: Syahrullah Al Asham [arab: شهر الله الأصم ] (Bulan Allah yang Sunyi). Dinamakan demikian, karena sangat terhormatnya bulan ini (Lathaif al-Ma’arif, Hal. 34). karena itu, tidak boleh ada sedikitpun friksi dan konflik di bulan ini.


      4.  Ada satu hari yang sangat dimuliakan oleh para umat beragama. Hari itu adalah hari Asyura’.

      Orang Yahudi memuliakan hari ini, karena hari Asyura’ adalah hari kemenangan Musa bersama Bani Israil dari penjajahan Fir’aun dan bala tentaranya. Dari Ibnu Abbas radhiallahu‘anhuma, beliau menceritakan,
      لَمَّا قَدِمَ الْمَدِينَةَ وَجَدَهُمْ يَصُومُونَ يَوْمًا ، يَعْنِى عَاشُورَاءَ ، فَقَالُوا هَذَا يَوْمٌ عَظِيمٌ ، وَهْوَ يَوْمٌ نَجَّى اللَّهُ فِيهِ مُوسَى ، وَأَغْرَقَ آلَ فِرْعَوْنَ ، فَصَامَ مُوسَى شُكْرًا لِلَّهِ . فَقَالَ « أَنَا أَوْلَى بِمُوسَى مِنْهُمْ » . فَصَامَهُ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ
      Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tiba di Madinah, beliau melihat orang-orang Yahudi berpuasa di hari Asyura’. Beliau bertanya, “Hari apa ini?” Mereka menjawab, “Hari yang baik, hari di mana Allah menyelamatkan Bani Israil dari musuhnya, sehingga Musa-pun berpuasa pada hari ini sebagai bentuk syukur kepada Allah. Akhirnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kami (kaum muslimin) lebih layak menghormati Musa dari pada kalian.” kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa dan memerintahkan para sahabat untuk puasa. (HR. Al Bukhari)

      5.  Para ulama menyatakan bahwa bulan Muharram adalah adalah bulan yang paling mulia setelah Ramadhan


      Hasan Al-Bashri mengatakan,

      إِنَّ اللهَ اِفْتَتَحَ السَنَةَ بِشَهْرِ حَرَام وَخَتَمَهَا بِشَهْرِ حَرَام فَلَيْسَ شَهْرُ فيِ السَنَةَ بَعْدَ شَهْرِ رَمَضَانَ أَعْظَمُ عِنْدَ اللهِ مِنْ المُحَرَم وَكَانَ يُسَمَّى شَهْرُ اللهِ الأَصَم مِنْ شِدَّةِ تَحْرِيْمِهِ
      Allah membuka awal tahun dengan bulan haram (Muharram) dan menjadikan akhir tahun dengan bulan haram (Dzulhijjah). Tidak ada bulan dalam setahun, setelah bulan Ramadhan, yang lebih mulia di sisi Allah dari pada bulan Muharram. Dulu bulan ini dinamakan Syahrullah Al-Asham (bulan Allah yang sunyi), karena sangat mulianya bulan ini. (Lathaiful Ma’arif, Hal. 34)

      Allahu a’lam

      Buat Aktivis Muslim



      الدين يقوم على أكتاف أولي العزمات. رسالة إلى كل من يعمل للإسلام

      أولي العزمات :
      1-  عزمة في العلم و العمل
      2-  عزمة في الدعوة و الجهاد
      3-  عزمة في الإيمان و اليقين و الصبر و الرضى
      4-  عزمة في الحسبة و الهدى بالحق
      5-  عزمة في إصلاح النفس و هداية بالحق