Photo Bareng : Pengurus bersama Santriwan

Semoga menjadikan keakraban antara pengurus dan santri semuanya.

Tampak Depan :

Pondok Pesantren Islam Al-Muttaqin

Muhawarah :

Melatih Berbicara dengan bahasa Arab dan Inggris

Kasafah :

Melatih Kedisiplinan dan Kemandirian.

Murottal Syekh Abdul Rahman Al Sudais

Sekilas Biografi Syekh Abdul Rahman Al Sudais.

Syaikh DR, Abdurrahman bin ‘Abdil ‘Aziz as-Sudais
Syekh Sudais lahir pada tahun 1382 di Riyadh. Dia menjadi Hafidzul Qur’an pada usia 12 tahun, di masjid kota Riyadh yang dikepalai oleh Syaikh Abdul Rahman al-Faryan. Beliau juga diambil oleh Syaikh Muhammed Ali Hussan and Syaikh Muhammed Abdul Majid Zakir untuk menerima berbagai beasiswa.

Syaikh Abdul Rahman tumbuh di Riyadh beliau mencapai pendidikan dasar ‘Mathna bin Hartha’ semacam akademi ilmu pengetahuan. Di sana beliau belajar di bawah berbagai macam beasiswa termasuk dari Syaikh Abdullah Munaif and Syaikh Abdullah bin Abdul Rahman al Tuwayjiri. Dr. Abdul Rahman lulus dari akademi ini dengan predikat “Excellent” tahun 1399H dan melanjutkan ke Fakultas Syari’ah. Setelah itu beliau menjadi Imam dan Khotib di Masjid Syaikh al-Allam Abdul Razzaq Afifi. Beliau juga mulai mengajar di Akademi Imam al-Dawa Al-Almy.

Pada tahun 1404 beliau ditunjuk sebagai Imam dan Khotib Masjid al-Haram, Makkah. Di sana pertama kalinya beliau menjadi imam pada sholat Ashr tanggal 22 Sya’ban 1404H (22 Agustus 1404H). Khutbah pertama pada hari kelima belas bulan Ramadhan 1404H (15 September 1404H). Dalam tahun yang sama, Dr. Abdul Rahman mendapat gelar Master Degree, dengan predikat “Excellent” dari Universitas Syari’ah Imam Muhammad bin Saud. Beliau dilimpahi wewenang untuk menjadi guru asisten di Universitas terkemuka Ummul Qura’, Makkah, di mana beliau mendapatkan gelar Doktornya, dan lagi-lagi lulus dengan predikat “Excellent” pada tahun 1416H. Beliau ditunjuk menjadi Dosen Fakultas Syari’ah di Universitas Ummul Qura’.
Dan beliau ditetapkan sebagai Imam Masjidil Haram pada tahun 1404 H saat umur beliau 22 tahun.
sumber : alqiyamah.wordpress.com

Download Murattalnya di bawah ini

al-qur'an

NAMA SURAT UKURAN DOWNLOAD  
001-Surat Al Fatihaah 168 kb Download  
002-Surat Al Baqarah 75,06 mb Download  
003-Surat Ali Imran 12,51 mb Download  
004-Surat An Nisaa 13,88 mb Download  
005-Surat Al Maa'idah 10,20 mb Download  
006-Surat Al An'aam 10,90 mb Download  
007-Surat Al A'raaf 12,30 mb Download  
008-Surat Al Anfaal 4,63 mb Download  
009-Surat At Taubah 9,58 mb Download  
010-Surat Yunus 6,59 mb Download  
011-Surat Huud 7,32 mb Download  
012-Surat Yusuf 6,56 mb Download  
013-Surat Ar Ra'd 3,36 mb Download  
014-Surat Ibrahim 3,12 mb Download  
015-Surat Al Hijr 2,47 mb Download  
016-Surat An Nahl 6,91 mb Download  
017-Surat Al Israa' 5,81 mb Download  
018-Surat Al Kahfi 5,70 mb Download  
019-Surat Maryam 3,63 mb Download  
020-Surat Thaahaa 4,74 mb Download  
021-Surat Al Anbiyaa' 4,62 mb Download  
022-Surat Al Hajj 4,68 mb Download  
023-Surat Al Mukminuun 3,76 mb Download  
024-Surat An Nuur 5,54 mb Download  
025-Surat Al Furqaan 3,50 mb Download  
026-Surat Asy Syu'araa 5,33 mb Download  
027-Surat An Naml 4,37 mb Download  
028-Surat Al Qashash 5,50 mb Download  
029-Surat Al 'Ankabuut 3,60 mb Download  
030-Surat Ar Ruum 3,14 mb Download  
031-Surat Luqman 1,94 mb Download  
032-Surat As Sajdah 1,48 mb Download  
033-Surat Al Ahzab 5,36 mb Download  
034-Surat Saba' 6,80 mb Download  
035-Surat Faathir 3,24 mb Download  
036-Surat Yaasin 3,00 mb Download  
037-Surat Ash Shaaffaat 3,68 mb Download  
038-Surat Shaad 3,06 mb Download  
039-Surat Az Zumar 4,98 mb Download  
040-Surat Al Mukmin 5,00 mb Download  
041-Surat Fushshilat 3,13 mb Download  
042-Surat Asy Syuura 3,43 mb Download  
043-Surat Az Zukhruf 3,52 mb Download  
044-Surat Ad Dukhaan 1,48 mb Download  
045-Surat Al Jaatsiyah 2,03 mb Download  
046-Surat Al Ahqaaf 2,82 mb Download  
047-Surat Muhammad 2,48 mb Download  
048-Surat Al Fath 2,26 mb Download  
049-Surat Al Hujuraat     1,41 mb Download  
050-Surat Qaaf     1,68 mb Download  
051-Surat Adz Dzaariyat     1,88 mb Download  
052-Surat Ath Thuur     1,29 m Download  
053-Surat Al Najm     1,51 mb Download  
054-Surat Al Qamar     1,47 mb Download  
055-Surat Ar Rahmaan     2,02 mb Download  
056-Surat Al Waaqi'ah     2,05 mb Download  
057-Surat Al Hadiid     2,45 mb Download  
058-Surat Al Mujaadilah     1,87 mb Download  
059-Surat Al Hasyr     1,77 mb Download  
060-Surat Al Mumtahanah     1,40 mb Download  
061-Surat Ash Shaff     908 kb Download  
062-Surat Al Jumu'ah     705 kb Download  
063-Surat Al Munaafiquun     855 kb Download  
064-Surat At Taghaabuun     1,03 mb Download  
065-Surat Ath Thalaaq     1,21 mb Download  
066-Surat At Tahriim     1,12 mb Download  
067-Surat Al Mulk     1,50 mb Download  
068-Surat Al Qalam     1,26 mb Download  
069-Surat Al Haqqah     1,24 mb Download  
070-Surat Al Ma'aaru     1,22 mb Download  
071-Surat Nuh     1,07 mb Download  
072-Surat Al Jin     1,24 mb Download  
073-Surat Al Muzzammil     931 kb Download  
074-Surat Al Muddatsir     1,10 mb Download  
075-Surat Al Qiyaamah     718 kb Download  
076-Surat Al Insaan     1,10 mb Download  
077-Surat Al Mursaalat     875 kb Download  
078-Surat An Naba'     794 kb Download  
079-Surat An Naazi'aat     700 kb Download  
080-Surat 'Abasa     581 kb Download  
081-Surat At Takwir     397 kb Download  
082-Surat Al Infithaar     298 kb Download  
083-Surat Al Mutaffifiin     666 kb Download  
084-Surat Al Insyiqaaq     416 kb Download  
085-Surat Al Buruuj     429 kb Download  
086-Surat At Thaariq     269 kb Download  
087-Surat Al A'laa     272 kb Download  
088-Surat Al Ghaasyiyah     361 kb Download  
089-Surat Al Fajr     534 kb Download  
090-Surat Al Balad     287 kb Download  
091-Surat Asy Syams     225 kb Download  
092-Surat Al Lail     275 kb Download  
093-Surat Adh Dhuhaa     161 kb Download  
094-Surat Al Insyiraah     100 kb Download  
095-Surat At Tiin     140 kb Download  
096-Surat Al 'Alaq     255 kb Download  
097-Surat Al Qadr     130 kb Download  
098-Surat Al Bayyinah     339 kb Download  
099-Surat Az Zalzalah     145 kb Download  
100-Surat Al 'Aadiyaat     178 kb Download  
101-Surat Al Qaari'ah     151 kb Download  
102-Surat At Takaatsur     133 kb Download  
103-Surat Al 'Ashr     69 kb Download  
104-Surat Al Humazah     141 kb Download  
105-Surat Al Fiil     111 kb Download  
106-Surat Qurasy     104 kb Download  
107-Surat Al Maa'uun     124 kb Download  
108-Surat Al Kautsar     62 kb Download  
109-Surat Al Kaafiruun     99 kb Download  
110-Surat An Nashr     92 kb Download  
111-Surat Al Lahab     100 kb Download  
112-Surat Al Ikhlash     59 kb Download  
113-Surat Al Falaq     89 kb Download  
114-Surat An Naas     95 kb Download  

 

Jazakumullah Khairan Katsiran atas kunjungannya.

Pendidikan Indonesia saatnya Berubah

Oleh : Drs. Dede Suhendi *)

Runtuhnya Orde Baru yang bermerek Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN), telah memberikan harapan baru bagi Indonesia yang lebih baik. Menata kembali (Reformasi) adalah kata kunci untuk Indonesia , hingga semua orang mengatakan pasca Orde Baru sebagai Orde Reformasi.

Euforia reformasi yang bercirikan kebebasan telah berjalan lebih dari duabelas tahun. Namun, harapan yang digantungkan kepada empat presiden di orde reformasi makin menjauhkan dari harapan masyarakat Indonesia. Budaya korupsi terus berlanjut, kemiskinan semakin membengkak, bahkan hak dasar rakyat berupa keamanan, hukum, pendidikan dan kesehatan semakin terabaikan. Kebebasan berpikir dan berpendapat yang dianggap kemajuan telah memberi memberi dampak pada kekacauan dan kemerosotan moral. Bencana-bencana alam yang terus menerus menggerus negeri ini, belum juga menyadarkan bagaimana manusia-manusia Indonesia untuk bertindak dan berpikir cerdas.

Sudah seharusnya kita segera akui kebodohan kita. Dengan pengakuan inilah, kesadaran belajar akan bangkit. Keterpurukkan Indonesia cukuplah jadi cambuk, untuk cerdas membangun. Dengan belajar dan berpendidikanlah suatu bangsa diharapkan cerdas bertindak dan berbuat untuk kebaikan bangsanya. Bangsa yang cerdas akan mampu mendefinikan arti pembangunan dengan benar, hingga tidak akan terjadi merasa membangun padahal merusak. Cukup banyak pembangunan di bumi Indonesia yang hasilnya adalah kerusakan. Maka, tak ada pilihan lain sebagai syarat kebangkitan Indonesia, yakni meroformasi pendidikan yang kita lakukan saat ini. Bila pendidikan di Indonesia masih berorientasi kepada barat, yang menghasilkan kerusakan moral dan kerusakan alam. Maka sudah saatnya kita arahkan pendidikan kita kepada kemuliaan moral dan keseimbangan alam.

Reformasi pendidikan tak cukup hanya dengan peningkatan anggaran, namun yang penting adalah penetapan arah pendidikan yang tepat. Nilai moralitas yang diusung peradaban barat hanyalah penghias undang-undang, sebab moral tak akan tumbuh dalam paham kebebasan. Kemuliaan moral hanya akan tumbuh subur, bila manusia bersedia taat kepada hukum yang menciptakan alam ini. Bila orientasi tetap diarahkan kepada barat, banyaknya anggaran hanyalah menambah masalah. Rebutan jatah anggaran, penyelewengan serta ketidakadilan akan terus-menerus mengiringi langkah kebijakan pendidikan.

Untuk mempersiapkan generasi yang unggul, aspek kurikulum, ketenagaan, sarana serta pendanaan harus menjadi perhatian serius dalam penyelenggaraan pendidikan nasional.

Aspek kurikulum yang merupakan aspek isi dalam pendidikan, belumlah mengarahkan pendidikan pada tujuan pendidikan yang sebenarnya. Lihatlah alokasi mata pelajaran serta muatannya. Tujuan pendidikan nasional yang ingin menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia hanya dibeli dengan dua jam pelajaran Pendidikan Agama. Bahkan, sistem pendidikan dan mata pelajaran lain ikut menghapus tujuan takwa tersebut. Pendidikan Agama Islam(PAI) mewajibkan agar umat Islam menutup aurat, sedangkan sekolah tidak mewajibkannya, bahkan tak mampu memisahkan rombel siswa laki-laki dan perempuan. PAI melarang seni patung dan seni tari, namun Seni Budaya mengajarkannya. Seorang Muslim dituntut, bisa membaca Al-Qur’an dan Bahasa Arab, kurikulum tidak mengalokasikannya. Mereka berdalih itu kurikulum disusun tidak berdasarkan agama tertentu, tetapi mengapa Islam yang dikorbankan ? Dalih lain, sekolah jenis keagamaan telah ada, bahkan MDA telah dibangun dimana-mana, namun mana perhatian dan dukungannya, nyaris tak terdengar.

Bila benar tujuan nasional itu dibuat bukan basa basi, tentu pelajaran agama minimal sepertiga dari alokasi jam pelajaran yang ada Tentu kita berharap hasilnya menjadi menjadi manusia yang berakhlak mulia. Tak perlu kita para perumus kurikulum membuat mata pelajaran budi pekerti, sebab konsep budi pekerti telah sempurna dalam pelajaran agama. Akhiri krisis akhlak di masa depan dengan peningkatan kuantitas dan kualitas pendidikan agama. Kemuliaan manusia hanyalah pada orang yang berakhlak mulia.

Ujian Nasional (UN) yang bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan, ternyata telah menimbulkan masalah baru bagi pendidikan. Tiga mata pelajaran telah dijadikan penentu bagi kelulusan siswa, sementara pelajaran lain terabaikan. Terlebih bagi sekolah yang terpadu dengan pondok pesantren. Tahfidzul Qur’an terkalahkan, karena kekhawatiran UN tidak lulus. UN ibarat hantu yang menakutkan, siap memangsa kreativitas dan potensi siswa, serta menghancurkan masa depan siswa dan bangsa. Bila benar pendidikan kita ingin berprestasi, maka hargailah siswa dalam berbagai prestasinya, sekecil apapun. Setiap kepala punya potensi yang dapat bermanfaat bagi bangsa dan negara.

Aspek ketenagaan sebagai central factor pelaksana kebijakan pendidikan adalah aspek penting lain yang perlu mendapat perhatian. Namun sayang perekrutan guru sudah keluar jalur dari yang seharusnya. Pendirian Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang semula menjadi lembaga pencetak tenaga kependidikan, keberadaannya malah diabaikan. Ribuan lulusannya tetap dibiarkan tanpa disalurkan. Sementara jalur pintas guru berupa program Akta IV yang menggeser wewenang lulusan LPTK resmi, parahnya lagi program tersebut hanya bisa ditempuh dalam dua bulan.

Pola penyeleksian CPNS konvensional yang mengandalkan tes tulis harus segera dirubah. Pola tes yang cenderung kurang valid telah mengesampingkan tenaga professional berpengalaman, yakni tenaga honorer. Tenaga Honor, terlebih yang telah lulus sertifikasi yang telah membuktikan pengabdiannya di dunia pendidikan, haruslah jadi prioritas untuk dijadikan PNS andalan. Bukti pengabdiannya tidak hanya dilihat dari bukti fisik administrasi dadakan, namun bukti administrasi dari realita melalui supervisi yang jujur dan berkesinambungan, serta sistem database yang transparan.

Perihal kesejahteraan guru terus menjadi bahan perdebatan. Tingkat kesenjangan kesejahteraan yang tinggi antara yang berstatus PNS dan Guru Honor/GTT telah mencerai-beraikan konsentrasi dalam pencapaian tujuan pendidikan. Pertemuan guru seakan terus berkutat pada masalah kenaikan gaji dan kesejahteraan, bukan pada peningkatan profesional tugasnya. Selayaknya kesenjangan kesejahteraan guru harus segera diakhiri dengan menetapkan bahwa penggajian guru baik negeri maupun swasta adalah tanggung jawab negara. Adanya swasta bukan berarti negara lepas tanggung jawab terhadap kesejahteraan guru di swasta, karena hakekatnya pendidikan tanggung jawab negara. Guru PNS kini telah diatas angin, sementara guru Non PNS gigit jari karena termarginalkan dari perhatian negara.

Perihal peningkatan profesionalisme guru perlu dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan, bukan hanya tambah gelar dan pangkat. Seharusnya lembaga penjaminan mutu guru itu adalah Ikatan Sarjana Pendidikan Indonesia, sehingga dapat berkesinambungan mendampingi dinamika guru dan lembaga pendidikan. Kuliah sabtu minggu, atau kuliah super kilat sering menjadi pilihan PNS dalam meningkatkan kepangkatannya. Yang penting ijazah dapat, naik pangkat, sedangkan mutu tak perlu dipertanyakan. Mudah-mudahan program sertifikasi bagi guru dan dosen akan membawa pengaruh positif pada profesionalitas guru.

Aspek kesiswaan sebagai sasaran kegiatan pendidikan. Sebagai customer siswa perlu mendapatkan pelayanan prima. Namun, dalam hal ini bukan berarti siswa adalah raja, yang setiap kehendaknya mesti dipenuhi. Ada sekolah swasta yang menyerahkan penilaian guru dan kebijakan sekolahnya oleh siswanya sendiri, dengan alasan demokratis. Namun apa jadinya, guru hanya boneka mainan bagi siswanya. Lembaga pendidikan yang punya tugas merubah, ternyata harus mengubah idealismenya agar disukai siswanya. Konser musik saat perpisahan, seragam sekolah yang mini dan ketat, budaya pacaran, seluruhnya telah dilegalkan para pendidiknya, asal anak suka. Pendidik, lembaga pendidikan, Dinas dan Departemen Pendidikan harus punya prinsip yang kokoh dalam upaya pembinaan generasi yang akan datang.

Liburan sekolah hampir luput dari perhatian guru, lembaga pendidikan dan departemen pendidikan. Padahal liburan seringkali menambah masalah bagi pendidikan. Terlalu lama atau terlalu sering libur seringkali memberi peluang kepada siswa berbudaya preman. Peraturan sekolah seringkali kalah dengan kebiasaan siswa-siswinya. Peraturan sekolah sering dipandang kuno oleh siswa-siswinya, apalagi budaya kekebasan seringkali diajarkan oleh media televisi. Ya, memang pelayanan pendidikan harus dengan sepenuh hati. Kerjasama dengan media massa, dunia usaha, lembaga sosial adalah tugas-tugas yang selayaknya oleh Departemen Pendidikan Nasional untuk menjamin pembinaan anak bangsa ini. Atau bila mau orientasi terhadap jenis sekolah Boarding School atau Full Day School seyogyanya menjadi alternatif bagi pendidikan nasional.

Aspek sarana adalah aspek penting lain yang tidak bisa diabaikan keberadaannya. Gambaran umumnya gedung sekolah di Indonesia adalah kotor, rusak bahkan ambruk. Padahal disekelilingnya ada rumah-rumah mewah dan kator-kantor perusahaan megah. Dunia pendidikan telah jauh dari perhatian negara, juga masyarakat umumnya. Pembangunan pendidikan dipandang tidak mendatangkan incomeyang cepat. Dunia usaha tak tertarik pada inventasi di bidang pendidikan. Mereka anggap pembangunan pendidikan adalah sebagai pos konsumsi, padahal sebenarnya adalah pos investasi. Investasi itu bukan berarti sekolah adalah pasar yang menjanjikan, namun sekolah harus dipandang sebagai lembaga pencetak tenaga dimasa yang akan datang. Bukankah tenaga manusia adalah central factor dalam manajemen ? Namun sayang, sebagian besar orang lebih tergiur dengan keuntungan uang, hingga sekolah adalah ajang bisnis yang menjanjikan. Adapun investasi tenaga justru terlupakan, seakan tak ada lagi generasi di hari esok. Bila kesadaran terhadap investasi pendidikan tumbuh, kurangnya sarana tak lagi jadi keluhan.

Yang jelas sarana pendidikan haruslah memiliki standar kelayakan, serta pemanfaatan dan pemeliharaan yang berkesinambungan. Sekolah tak harus direpotkan dengan pengajuan dan proposal, namun dinas dan departemen pendidikan seharusnya menganggarkan dananya secara periodik untuk pembangunan dan pemeliharaan sarana ini.

Bantuan dana pendidikan dari pemerintah seharusnya bukan untuk operasional sekolah, sebab fakta menunjukkan biaya operasional sangat abstrak untuk dibuktikan keberadaannya. Biaya rapat, sosialisasi program, perjalanan dinas adalah biaya-biaya yang bisa dibuat siluman. Maka adanya BOS (Bantuan Operasional Sekolah), sebaiknya diganti dengan Bantuan Sarana Sekolah serta Bantuan Kesejahteraan Guru dan Tenaga Kependidikan, sedangkan operasional masih dapat ditanggung Komite Sekolah, tentunya dalam batas-batas yang wajar.

Aspek implementasi bagi kehidupan, adalah aspek out put pendidikan yang perlu dipikirkan. Betapa banyak lulusan pelajar dan sarjana hanya menambah daftar pengangguran, padahal sekolah tak sekedar menanti umur dan bermain-main. Sekolah seharusnya diartikan sebagai penggodokan generasi untuk masa yang akan datang. Departemen Pendidikan hendaknya penjadi penanggungjawab akan kebutuhan tenaga masa yang akan datang. Bila sepuluh tahun lagi dibutuhkan seribu dokter, maka kelas dua SD harus dapat dipersiapkan kader-kadernya. Begitu pula dengan kebutuhan lain. Adapun kebutuhan terhadap akhlak mulia adalah kebutuhan dasar bagi setiap tenaga, maka pembinaan akhlak harus merata diterima oleh setiap siswa.

Cobalah tengok anak-anak kita lulusan SMA hari ini, apa yang mereka bisa ? Dari hasil pendidikan agamanya, tak bisa baca al-Qur’an, serta moral yang memprihatinkan. Dari hasil Bahasa Indonesianya, mereka tak bisa berkarya tulis menuangkan gagasannya yang jernih. Dari hasil Bahasa Inggrisnya, mereka tak bisa membaca, apalagi berbicara. Dari hasil Matematikanya? Menghitung prosentase saja kebingungan. Dari hasil IPA-nya, mereka tak paham keseimbangan lingkungan hidup, dari hasil IPS-nya, mereka juga tak paham fenomena lingkungan sosialnya. Apa yang dapat dibanggakan dari generasi muda kita ? Berita yang berprestasi dari mereka hanyalah kasus yang sangat jarang.

Reformasi Indonesia, hendaknya diawali dari reformasi pendidikan. Reformasi pendidikan tak sekedar kesepakatan anggaran 20 % dari APBN dan APBD, namun yang lebih utama adalah keinginan dan kemauan negara untuk menata generasi bangsa yang lebih berperadaban. Reformasi pendidikan harus kita mulai saat ini juga, bila tidak, kehinaan dan penyesalan akan didapatkan. Bangkitlah Indonesia dengan pendidikan yang bermartabat.

*) Kepala SMP Terpadu Al-Muttaqin Beber Cirebon

Pendidikan SMP Terpadu Al-Muttaqin

TERAKREDITASI : B

Unit ini mendidik santri KHUSUS PUTRA  lulusan SD/MI. Lama Pendidikan 3 (tiga) tahun. Santri wajib        tinggal di Asrama Pondok Pesantren Al-Muttaqin.

I. TARGET PENDIDIKAN

  1. Beraqidah lurus, beribadah benar dan berakhlaq mulia
  2. Memiliki dasar-dasar ilmu pengetahuan Islam
  3. Hafal  Al-Qur’an minimal 3 juz
  4. Trampil berbahasa Arab dan Inggris
  5. Memiliki ilmu sains dan wawasan luas untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya

II. KURIKULUM

  1. Kurikulum Departemen Pendidikan Nasional dengan KTSP SMP Terpadu Al-Muttaqin
  2. Muatan Lokal Pesantren : Aqidah, Fiqh, Tafsir, Akhlak, Hadits, Tarikh Islam, dan Bahasa Arab

Ekstrakurikuler :

  1. Muhadhoroh/ Latihan Pidato Bahasa Arab, Inggris dan Indonesia
  2. Kepanduan/ Santri Pecinta Alam
  3. Tahfidzul Qur’an
  4. Olahraga Bela Diri

Aktivitas Harian dan Seragam Santri SMP

Santri Pondok Pesantren Al Muttaqin berada di asrama selama 24 jam per hari, dengan aktivitas sebagai berikut :

WAKTU KEGIATAN
03.00 – 04.00 Bangun Sholat malam
04.00 – 04.30 Persiapan Sholat Shubuh
04.30 – 05.00 Sholat Shubuh berjamaáh
05.00 – 05.30 Dzikir pagi / Halaqoh Al Qurán
05.30 – 06.00 MCK / Haris K3 / Olah raga
06.00 – 06.30 Makan pagi bersama
06.30 – 07.00 Persiapan sekolah / Breafing pagi
07.00 – 12.00 Kegiatan Belajar Mengajar ( KBM )
12.00 – 12.30 Sholat Dhuhur Berjamaáh
12.30 – 13.00 Qiroátul Qurán
13.00 – 13.30 Makan siang bersama
13.30 – 14.30 Istirahat siang
14.30 – 15.00 Persiapan Sholat Ashar
15.00 – 15.30 Sholat Ashar Berjamaáh
15.30 – 16.00 Dzikir sore / Hifdzul Hadits
16.00 – 17.00 Kegiatan Ektrakurikuler
17.00 – 17.30 MCK / Kebersihan Umum
17.30 – 18.00 Persiapan Sholat Maghrib
18.00 – 18.15 Sholat Maghrib Berjamaáh
18.15 – 19.00 Taushiyah
19.00 – 19.30 Sholat Isya’Berjamaáh
19.30 – 20.00 Makan Malam Bersama
20.00 – 21.30 Belajar Malam
21.30 – 22.00 Breafing Malam / Muhasabah Yaumiyyah
22.00 – 03.00 Istirahat Malam

 

Ketentuan seragam :

Sabtu – Ahad : Baju koko putih, Celana hitam

senin – selasa : Baju putih, celana biru.

Rabu – Kamis : Baju khas SMP Al Muttaqin